BAGAIMANA KETAKUTAN, KEINGINAN DAN AMBISI MEMENGARUHI JIWA?

Selain tiga faktor di atas, rupanya ada faktor lain yang bisa memengaruhi jiwa seseorang dan berakibat pada kesehatan atau gangguan pada organ tubuh. Faktor itu datang dari ketakutan, ancaman, dan keinginan yang berlebih atau ambisi.
Seseorang bisa mengalami gangguan kesehatan ketika dirinya merasa ketakutan dan memiliki ambisi yang dipaksakan. Namun, jika menilik lebih jauh lagi, apa beda ambisi dengan cita-cita?
Cita-cita bisa diibaratkan sebagai seseorang yang menaiki tangga secara bertahap. Tangga demi tangga dilewati dengan hati-hati, menikmati prosesnya, jika belum bisa menaiki tahap selanjutnya, ia beristirahat, hingga akhirnya mencapai pada suatu tujuan yang diharapkannya.
Sementara kalau keinginan, seseorang juga me- naiki tangga tetapi proses tersebut tak bisa dinikmati karena menganggap menaiki tangga dengan menanjak atau melangkah jauh. Ia bisa saja tetap sampai pada ujungnya, tetapi jika gagal di tengah jalan, orang itu bisa jatuh yang mengakibatkan kecewa dan putus asa.

Setiap dari diri kita pasti memiliki sebuah cita- cita, tetapi hal itu jangan sampai dipaksakan yang akan berubah menjadi ambisi. Rasa lelah pasti muncul ketika kita sedang mengejar apa yang kita harapkan, tetapi kita jangan sampai merasa lelah pada apa yang kita perjuangkan.
Sebab jika seseorang berada pada kondisi ketika dirinya memiliki keinginan yang diharuskan hal itu bisa membuat organ pada tubuh kita yakni usus besar menjadi bermasalah. Coba diperhatikan kembali bagaimana permasalah suatu organ tubuh bisa berasal dari hal-hal yang memengaruhi jiwa kita.
Ketika kita berada pada kondisi memiliki keinginan yang berlebih, akan ada suatu ketakutan di sana. Apa bentuk ketakutan itu? Jawabannya adalah kegagalan. Dalam tahap ini seseorang bisa saja mengalami gangguan pada usus besarnya seperti sembelit.
Pasien yang mengalami sembelit karena memiliki keinginan yang berlebih, bisa terganggu jiwanya dengan tambahan keinginan-keinginan lain seperti rasa ingin sembuh. Iamengatakansudahmengonsumsi herba yang mengandung pencahar atau laksatif, tetapi tak bereaksi apapun.
Mengonsumsi obat atau buah-buahan, juga tidak bisa mengatasinya. Hal itu disebabkan dari berbagai faktor yang akhirnya menumpuk.

Lalu ada faktor yang dinamakan ketakutan. Ketakutan berbeda dengan keinginan karena tak dibarengi dengan hal tersebut, Ia dibersamai dengan kebebasan atau kemerdekaan. Kemerdekaan seorang muslim, sebagai contoh adalah kebebasan pada rasa ketakutan yang berlebih pada urusan dunia.
Rupanya setelah ditilik lebih lanjut hal-hal yang melemahkan jiwa inilah yang bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan usus besar bermasalah.
Tumpukan-tumpukan faktor yangmelemahkan jiwa bisa memberikan seseorang rasa sakit seperti sakit pinggang hingga lemas pada lutut dan kaki menjadi dingin.
Kemudian ada satu faktor lain yang bisa menyebabkan jiwa menjadi lemah, hal itu adalah penilaian. Kita jangan terlalu banyak menilai atau memberikan kualitas kepada orang lain. Bukan diri kita yang memiliki kapabilitas untuk menilai orang atau diri kita sendiri.
Seseorang yang mengalami kondisi keinginan berlebih akan menyebabkan pengaruh pada daya ingat. Daya ingat yang dimiliki seseorang akan berkurang seiring keinginannya yang meningkat. Pendiagnosis perlu menekankan kepada pasien bahwa beberapa-beberapa faktor tersebut rupanya bisa memengaruhi jiwa pada seseorang.

Leave a Reply