SOLUSI KESEDIHAN , KEBENCIAN DAN KEKECEWAAN

Pendiagnosis yang menemui pasien atau seseorang dengan faktor kesedihan, kebencian, dan kekecewaan di atas bisa memberikan solusi dengan sesuatu hal yang menguatkan jiwa dan mentalnya. Sebagaimana diketahui, dalam bahasa kesehatan tidak ada orang yang mengalami kebahagiaan ketika dirinya merasa sakit. Seseorang pasti akan bermuka masam, loyo, dan mengalami kesedihan.
Padahal, untuk membangun diri, mental, atau mencari kesembuhan atas dirinya bisa dilakukan dengan cara sederhana yakni dengan membangun jiwa seseorang. Terdapat tiga konsep bagaimana membangkitkan jiwa itu bisa dilakukan. Bagi seorang muslim, rasa senang itu bukanlah berfoya-foya duniawi belaka. Rasa senang muncul dari adanya rasa syukur yang diucapkan juga dilakukan. Sebagai contoh, kita bisa melakukan peningkatan pada ibadah-ibadah yang kita jalankan. Tadinya seseorang tidak melakukan salat jamaah, kini berubah menjadi berjamaah. Dulunya jarang bersedekah, kini menjadi lebih sering melakukan sedekah.
Kedua adalah rasa tenang. Bagi seorang muslim rasa tenang merupakan sebuah konsep dari tawakal. Tawakal adalah memasrahkan diri dan percaya sepenuh hati kepada kehendak dari Allah SWT. Misal, ada seseorang dalam perjalanan yang menyerahkan diri kepada sopir atau pilot. Kenapa hal tersebut tak dilakukan pada hal yang sama? Yakni menyerahkan diri kepada Sang Maha Pencipta yang menciptakan langit dan bumi. kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar- benarnyabahwa‘tidakadayangmemberi,menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata’.” Rasa nyaman adalah mengerti atau mengetahui bahwa setiap diri ini memiliki takdir. Tidak ada orang yang bisa menolak takdirnya. Orang yang sehat pasti tidak ingin merasakan sakit. Sama halnya dengan orang yang sakit, pasti akan pulih kembali dan
merasakan nikmat sehat. Kita harus memberikan berita kenyamanan ini kepada pasien yang datang kepada pendiagnosis.
“Bapak, ibu, ini sudah ada takdirnya. Jangan sampai jadi penyakit baru.”
Konsep kesedihan, kebencian, dan kekecewaan bisa ditutup dengan menjalankan tiga perkara solusi yang sudah kita jelaskan di atas. Misal, orang yang sedang ditimpa musibah seperti sakit, orang bisa menghadapinya dengan rasa senang yang menjadi syukur dan mengucapkan hal berikut.
“Alhamdulilah Ya Allah dosaku Engkau gugurkan, bagai daun yang gugur dari pohonnya.”
Dengan berpikir positif yang membentuk mental kita hal itu bisa menjadi salah satu obat yang bisa menenangkan pada diri kita yang sedang dilanda musibah sakit.

Leave a Reply